Sekilas Tentang Desa Cinambo Bantarujeg Majalengka

Pada postingan kali ini saya akan menulis tentang tempat dimana saya tinggal yaitu Cinambo. Bagi yang belum tahu tentang barangkali tulisan ini bisa menambah pengetahuan  rekan-rekan bahwa  di kabupaten Majalengka ada suatu desa  yang bernama Cinambo😀 . Oke langsung saja disimak tulisan berikut ini.

Cinambo  adalah desa di kecamatan Bantarujeg, kabupaten Majalengka Jawa Barat, Indonesia. (Bagi yang ingin tahu lebih banyak tentang Majalengka silahkan kunjungi BloggerMajalengka[dot]Com). Desa Cinambo merupakan desa yang sudah tua usianya hal ini berdasar keterangan dari tokoh masyarakat yang usianya sudah tua, dimana mereka hidup di jaman penjajahan Belanda dan Jepang. Namun sayang tak ada bukti sejarah yang mendukung tentang sejarah berdirinya desa Cinambo ini.

Wilayah desa Cinambo berbatasan dengan desa Kagok disebelah timur, Cikidang disebelah barat, Haurgeulis disebelah utara dan  Salawangi di sebelah selatan.

Desa Cinambo terdiri dari 18 rukun tetangga dan 9 rukun warga, dan terbagi menjadi 5 dusun (blok); yaitu Sukamandi, Cilambur, Sukalaya, Babakan, dan Senang Rasa.

Sejarah Desa

Sebagaimana disebutkan di atas bahwa tak ada bukti sejarah yang otentik dalam bentuk catatan ataupun dokumentasi yang  resmi dan asli. Baik asal usul nama maupun sejarah Desa Cinambo sampai saat ini tidak ada atau tidak  ditemukan padahal Desa Cinambo sejak berdiri sebagai wilayah pemerintahan terkecil  di Negara Republik Indonesia ini adalah sebuah desa asli berdasarkan keterangan dan cerita para penduduk yang usianya sudah tua dimana mereka hidup pada jaman penjajahan Belanda maupun penjajahan Jepang.

Dengan rasa ingin tahu penulis mencoba menggali dan menelusuri khusus akan asal-usul nama maupun sejarah Desa Cinambo tersebut kepada para pemuka adat, tokoh masyarakat dan para pendahulu yang pernah menjadi Pamong Desa  yaitu para Mantan Pamong Desa seperti Kuwu (Kepala Desa), Jurutulis (Sekretaris Desa), Raksabumi (Kaur. Pemerintahan), Lebe (Kaur. Kesra) dan Rurah (Kepala Dusun) ataupun para Kuncen (Juru Kunci), Namun cara inipun semua sama tidak ada satupun yang bisa dan dapat menerangkan asal usul nama usul sejarah Desa Cinambo.

Walaupun demikian, dengan didorong rasa kepedulian dan ingin memiliki sesuatu tulisan tentang asal usul dan sejarah nama Cinambo dan mungkin tidak benar atau sesuatu kekeliruan, mencoba dan berupaya  secara imajinatif  melalui pemahaman yang dangkal atau mengarang dengan teori kemungkinan saja yaitu mengartikan bahwa asal-usul nama Cinambo adalah sebagai berikut :

  1. Bahwa asal-usul nama CINAMBO kemungkinan atau dikira-kira berasal dari rangkaian kata “CAI  NUMBU” (red. Bahasa Sunda) yang artinya air nyambung.  pemahaman ini hanya bersumber kepada keadaan alam dan lingkungan yang ada dan  mendukung dimana demografi Desa Cinambo adalah wilayah yang keberadaanya dikelilingi oleh 4 (empat) sungai besar yaitu sungai Cilutung, sungai Ciburuy, sungai Cipager dan sungai Ciwaru. Ketiga sungai yaitu sungai Ciburuy, sungai Cipager dan sungai Ciwaru semuanya bermuara ke sungai Cilutung yang lokasinya di wilayah Desa Cinambo. Jadi mungkin dari kata Cai Numbu tersebut dianalogikan sebagai arti air nyambung dengan sebutan CINUMBU yang menjadi sebuah nama yaitu menjadi CINAMBO dengan kata lain dalam bahasa sunda yaitu bahasa “kirata” pemahaman dikira-kira nyata.
  2. Bahwa asal usul nama CINAMBO kemungkinan atau dikira-kira berasal dari kata CINAMBEU (red. Bahasa Sunda) yang artinya air menggenang. Hal inipun hanya berdasarkan pemahaman kepada keadaan alam seperti tersebut di atas dimana keadaan 4 (empat) sungai yang mengalir dari hulu sebelum memasuki wilayah Desa Cinambo posisinya curam dan menurun maka aliran air sungai tersebut mengalir deras malah ada juga air terjun (curug red. Bahasa Sunda) yaitu ada  curug Ciwaru dan curug Cipager kemudian  memasuki ke wilayah Desa Cinambo menjadi rata sehingga sepertinya aliran sungai tidak deras hanya  menggenang (nambeu red. Bahasa Sunda). Karena bahasa nambeu adalah logat bahasa sunda diucapkannya agak susah bagi orang di luar sunda apalagi secara nasional. maka diucapkan menjadi nambo. Hal inipun keemungkinan dari pada diucapkan Cinambeu, mudah diucapkan menjadi Cinambo hal inipun hanya bahasa “kirata” pemahaman dikira-kira nyata.

Di Cinambo terdapat makam seorang ulama Suryalaya yang digelari Macan Suryalaya, yaitu KH Abu Baqar Faqih, terletak di blok Senangrasa tepatnya di belakang Mesjid Senangrasa. Di blok Senangrasa telah dibangun jembatan layang dengan panjang 50 meter, yang melintasi sungai Cinambo.

Kondisi Umum

a. Letak dan LuasWilayah Desa Cinambo merupakan salahsatu dari 13 desa di wilayah kecamatan Bantarujeg, yang terletak 5 km kearah timur dari kota kecamatan. Desa Cinambo mempunyai luas wilayah seluas 197.891 hektar.

b. Iklim. Iklim desa Cinambo sebagaimana desa-desa lain diwilayah indonesia mempunyai iklim tropis sedang hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Cinambo Kecamatan Bantarujeg.

c. Mata Pencaharian. Karena desa Cinambo merupakan desa pertanian, maka sebagian besar pendudunya bermata pencaharian sebagai petani.

d. Pola Penggunaan Tanah. Penggunaan tanah di Desa Cinambo sebagian diperuntukan untuk lahan pertanian (sawah), Perkebunan, dan Peternakan, sedangkan sisa untuk tanah kering yang merupakan bangunan dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Tampuk Pemerintahan Desa Cinambo

Sehubungan sejarah Desa Cinambo tidak ada dokumen maka tahun berdiripun  tidak tertulis, namun untuk tampuk kepemimpinan (Kuwu atau Kepala Desa) yang ada dan tertulis adalah sebagai berikut :
1.    KARTAWIDJAJA (Tahun 1901-1945)
2.    UNDI (Tahun 1945-1966)
3.    SADELI (Tahun 1967-1979)
4.    DAUD MAS’UD (Tahun 1980-1982)
5.    E. TAOPIKURACHMAN (Tahun 1984-1992)
6.    ENDANG KUSNINDAR (Tahun 1993-2001)
7.    ENDANG KUSNINDAR (Tahun 2001-2011)

Dua Calon Kepala Desa sedang bersalaman saat akan melaksanakan pencoblosan pada PILKADES 2 Maret 2011 yang lalu

Berkaitan dengan akan berakhirnya  masa jabatan Kepala Desa Cinambo Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka, Endang Kusnindar, SE yang tepatnya berakhir pada 9 April 2011 yang akan datang, maka untuk percepatan dalam mengisi kekosongan jabatan kepala desa definitif dan guna untuk melanjutkan roda pemerintahan serta sekaligus untuk melanjutkan kepemimpinan dalam pelaksanaan pembangunan di Desa Cinambo. Pemerintah Desa (Pemdes) Cinambo bersama jajaran lembaga desa (BPD) dan panitia Pilkades pada tanggal 2 Maret 2011 yang lalu telah melaksanakan Pemilihan Kepala Desa yang diikuti oleh 2 orang calon yaitu:1. Sutisna, SE 2. Asep Subarkah. Dan Kepala Desa terpilih untuk masa jabatan 2011-2017 adalah Asep Subarkah.

Asep Subarkah: Kepala Desa terpilih masa jabatan 2011-2017

Adat Istiadat dan Budaya Yang Ada

Perilaku dan kebiasaan yang tetap dipelihara dan dipertahankan dalam suatu wilayah dengan tujuan adalah demi menajaga persatuandan masih bentuk keswadayaan masih banyak yang dipelihara walaupun lembaga tersebut tidak tertulis secara formal, lembaga-lembaga tersebut masih exist dan berkembang di lingkungan masyarakat. Di Desa Cinambo  adalah:

1.    Buku Tahun (Pareresan)

Ini adalah adat istiadat masyarakat yang dilakukan manakala telah selesai kegiatan pertanian dalam periode satu tahun, masyarakat setempat melaksanakan syukuran atas berkah dan rakhmat Alloh SWT dengan bersama-sama membuat makanan dan berkumpul untuk mengucapkan syukuran. Adat istiadat ini biasa dipimpin oleh seorang Kuncen (Juru Kunci) di Blok, diantaranya adalah Di Dusun Sukalaya Dan Dusun Babakan.

2.    Babarit

Adat istiadat ini hampir sebagian besar masih dilaksanakan dalam masyarakat apabila ada istri yang telah berumah tangga  dan sedang hamil dalam usia kandungan tujuh (7) bulan, kegiatan ini bentuknya adalah warga yang diundang dengan dipimpin oleh tokoh agama setempat  mengadakan pengajian (membaca Al Qur’an) dengan surat Al Quran pilihan dan do’a bersama demi keselamatan ibu dan bayi yang sedang dikandung. Yang paling istimewa dalam kegiatan ini ibu yang hamil dimandikan oleh ibu ibu yang hadir dengan  air bercampur bunga-bunga yang telah disiapkan ketika pengajian dan berdo’a.

3.    Cukuran bayi

Yaitu adat istiadat ketika bayi menginjak usia empat puluh (40) hari sejak lahir masih secara umum dilaksanakan acara cukuran bayi dengan mengundang warga dipimpin oleh tokoh agama mengadakan pengajian (baca Al Quran) dan do’a bersama, selesai pengjian dan do’a bersama sang bayi dicukur rambutnya dengan air yang telah  rendaman logam mulia berupa cincin emas atau lainnya secara kelilling terutama oleh para tokoh masyarakat atau para sesepuh. Kegiatan ini sama adalah bentuk rasa syukur kepada Alloh SWT agar menjadi anak yang sholeh atau sholehah.

4.    Tiluna, tujuhna dan matang puluh (empat puluh) hari kematian.

Sama halnya dengan kegiatan lainnya masih banyak dilaksanakan oleh warga ketika ada anggota keluarga meninggal dunia, ketika hari ke tiga (3), ke tujuh (7) dank empat puluh (40) pihak keluarga mengundang warga melaksanakan pengajian terutama membaca Surat Yasin dan berdoa dengan tujuan almarhum/almarhumah diterima di sisi Alloh SWT.

E. Lembaga-Lembaga Sosial yang Ada

Lembaga lembaga Sosial yang ada di Desa Cinambo secara umum adalah  lembaga yang dibentuk berdasarkan aturan yang ada, baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.
Lembaga ini adalah bersifat formal, dengan tujuan untuk mengikat warga agar punya wadah dan wahana demi kesejahteraan masyarakat dan mempunyai fungsi yang berhubungan dengan pemerintah. Lembaga Lembaga yang ada yaitu:

1. LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT  (LPM)
2. TIM PENGGERAK PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (TP.PKK)
3. RUKUN TETANGGA (RT) DAN RUKUN WARGA (RW)
4. KARANG TARUNA
5. DEWAN KESEJAHTERAAN MESJID (DKM)
6. KELOMPOK TANI (KOPTAN)
7. GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN)
8. PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR (P3A MITRA CAI)

======

Sumber Peta: Google Map

About m. surahman

Hanya orang biasa yang tinggal di Majalengka

Posted on March 25, 2011, in Seputar Majalengka and tagged , , . Bookmark the permalink. 11 Comments.

  1. terima kasih banyak pak infonya. semoga bapak dan keluarga serta guru Indonesia makin oke.

  2. assalamualaikum… pak man
    semoga bapak sehat, gini pak nama saya sampai saat ini nama saya belum masuk didaftar layak sertifikasi. bagaimana caranya untuk bisa masuk ke database tersebut. terima kasih pak atas jawabannya.

    • Waalaikum salam..
      Terima kasih atas doanya pak, semoga pa Adnan juga dalam keadaan sehat walafiat.

      Yang saya tahu daftar guru yang layak sertifikasi berdasarkan database NUPTK, data itu diajukan pihak sekolah ke dinas pendidikan kabupaten/kota lalu pihak disdik kabupaten/kota menyusun daftar PTK yang layak sertifikasi kemudian diajukan ke pusat.

      Jadi silahkan Bapak tanyakan langsung ke dinas pendidikan kabupaten/kota karena mereka lah yang punya hak akses untuk mengupdate datanya.

      Mungkin itu yang bisa saya jelaskan, mohon maaf saya hanya guru biasa🙂

  3. salam kenal kang ti Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor desa-cikeruh.blogspot.com, lembur-cikeruh.co.cc

  4. Mantaps…
    Oiya, BloggerMajalengka dot com sekarang ini sayah serahkan untuk seluruh Blogger Majalengka.. ^_^

    wilujeng Pak Mumun, atas blog barunya… ^_^

  1. Pingback: Pohon Pisang Nangka “Ajaib” « mun's site

  2. Pingback: Daftar Nama Kepala Desa Di Kecamatan Bantarujeg | mun's site

  3. Pingback: Pelantikan Kepala Desa Cinambo Bantarujeg Majalengka | mun's site

  4. Pingback: Bupati Majalengka Melantik 2 Kepala Desa Di Bantarujeg Secara Langsung | mun's site

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: